Jangan Sampai Anak Kita Menjadi "Orang Asing" di Bawah Atap yang Sama
Oleh: Eko Setiawan
Memasuki fajar 2026, sebuah pertanyaan besar sering kali membayangi benak saya saat melihat sorot mata anak-anak di Panti Asuhan Muhammadiyah Semampir: mungkinkah kita yang memiliki keluarga utuh sedang membesarkan generasi yang paling terkoneksi secara digital, namun paling kesepian secara emosional? Pengalaman saya bertahun-tahun mengajar di sekolah dan kini mengabdi di dunia kehumasan panti asuhan memberikan tamparan keras bagi cara kita memandang pola asuh. Di sekolah, saya melihat siswa yang cerdas namun rapuh, sementara di panti, saya menyaksikan anak-anak yang berjuang mencari makna "pulang" di tengah keterbatasan. Fenomena ini bukan sekadar urusan kenakalan remaja, melainkan tanda bahwa jembatan komunikasi di rumah sedang mengalami keretakan serius hingga membuat anak merasa asing di tempat yang seharusnya paling ia kenal.
LKSA Muhammadiyah Semampir Menyalurkan Donasi Kemanusiaan untuk Korban Bencana Sumatera melalui Lazismu Surabaya
Surabaya, 10 Desember 2025 - LKSA Muhammadiyah Semampir menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp 2.300.000 kepada Lazismu Surabaya untuk membantu warga terdampak bencana alam di wilayah Sumatera. Penyerahan dilakukan pada Rabu (10/12) di kantor layanan Lazismu Surabaya.
Donasi tersebut diterima langsung oleh jajaran pengurus Lazismu. Dalam kesempatan itu, Lazismu menyerahkan Piagam Penghargaan kepada LKSA Muhammadiyah Semampir sebagai bentuk apresiasi atas dukungan lembaga terhadap program-program tanggap bencana yang dikelola Lazismu dan MDMC.
CATATAN AKHIR TAHUN 2025 Setahun Merenungi Poros: Jalan Sunyi Mencari Kebermaknaan di Tengah Lika-Liku Hidup
OLEH: EKO SETIAWAN, Mahasiswa Magister UMM dan Humas Panti Asuhan Muhammadiyah Semampir.
Kita telah tiba di batas akhir 2025. Setahun ke belakang adalah perjalanan panjang yang meminta perenungan, sebuah siklus hidup yang tidak ringkas, di mana setiap denyut nadi terasa sarat makna. Ada kalanya kita merasa terombang-ambing, namun pada dasarnya, semua berjalan dalam sunyi porosnya masing-masing. Matahari terbit dan terbenam, musim berganti, dan kita, dengan segala pergulatan batin, tetap menemukan pijakan untuk melangkah.
Dalam refleksi ini, kita menyadari bahwa kekuatan terbesar kita bukan terletak pada kecepatan kita berlari, melainkan pada ketulusan menjaga poros kehidupan kita. Menjaga fokus diri bekerja dengan kesadaran penuh dan mengabdi dengan hati adalah kunci melewati keruwetan.
Bagi mereka yang mengemban amanah kasih sayang, menjaga poros ini menjadi panggilan spiritual yang mendalam. Contohnya, di Panti Asuhan Muhammadiyah Semampir, poros yang harus dijaga bukan hanya milik pribadi, tetapi juga milik puluhan jiwa titipan Allah. Di sana, tantangannya bukan sekadar mengelola administrasi, melainkan memastikan setiap anak mendapatkan kasih sayang tulus yang menumbuhkan harapan. Saya melihat bagaimana Kepala Panti, Ahmad Fathullah, memanggul beban emosional dan tanggung jawab, berupaya tanpa henti memastikan poros pendidikan dan nurani anak-anak tetap lurus dan kokoh, apapun badai yang datang dari luar. Ini adalah wujud pengabdian humanis yang sejati.
ESQ: Memperkuat Nurani Menyambut Awal yang Baru. Menjelang lembaran baru, kita tidak butuh target yang menekan, melainkan kesadaran yang menuntun. Inilah esensi dari ESQ recharge: menyelaraskan kecerdasan akal (IQ) dan emosi (EQ) dengan kecerdasan spiritual (SQ). Kita perlu berhenti sejenak, menenangkan riuh pikiran, dan menghubungkan kembali "poros" batin kita dengan sumber ketenangan hakiki. Seringkali, harapan yang tidak berlandaskan pada upaya tulus justru menjadi beban yang melahirkan kekecewaan dan kemalasan. Mari kita ubah paradigma tersebut. Harapan harus menjadi energi penggerak untuk perubahan diri, bukan sekadar penghibur pasif.
Karena perubahan sejati tidak pernah datang dari luar, melainkan dari kedalaman jiwa, sebagaimana firman Allah:
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini adalah undangan untuk introspeksi. Tahun baru adalah kesempatan untuk memurnikan niat, memperkuat nurani, dan memulai aksi nyata dengan landasan spiritual yang kokoh. Marilah kita melangkah ke 2026 dengan kesabaran, keikhlasan, dan kesadaran penuh bahwa setiap poros kehidupan kita memiliki tujuan agung.
MPKS PDM Surabaya Kunjungi Panti Asuhan Muhammadiyah SemampirBerikan Motivasi dan Dorongan untuk Peningkatan Kualitas Layanan
SURABAYA – Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Muhammadiyah Semampir mendapat kunjungan dari Majelis Pelayanan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Kamis (9/10). Kunjungan tersebut dipimpin oleh Fauzan El Hasyimi dan Halimatus Djuhriah.
Keduanya hadir untuk melakukan monitoring, silaturahmi, serta memberikan motivasi kepada pengurus dan anak-anak asuh. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala Panti, Ustad Fattah, beserta jajaran pengurus dan seluruh anak panti.
Dalam sambutannya, Ustad Fattah menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari MPKS PDM Kota Surabaya. Ia menyebut kunjungan ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap keberlangsungan dan pengembangan kualitas layanan di panti asuhan. “Kunjungan ini menjadi suntikan semangat bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak yang kami bina,” ujarnya.
Sementara itu, Fauzan El Hasyimi menyampaikan pentingnya peningkatan mutu pengelolaan panti secara menyeluruh. Mulai dari manajemen kelembagaan, kualitas pendidikan anak, hingga penguatan nilai-nilai keislaman. “Panti Asuhan Muhammadiyah harus menjadi role model dalam pelayanan sosial yang tidak hanya menjamin kebutuhan dasar, tapi juga membentuk karakter anak-anak menjadi pribadi yang mandiri dan berakhlak,” ujarnya.
Halimatus Djuhriah menambahkan, MPKS siap mendukung langkah-langkah penguatan kelembagaan melalui pembinaan rutin, pelatihan, hingga kolaborasi antar-LKSA Muhammadiyah di Surabaya. “Kami berharap pengelolaan panti ke depan semakin akuntabel, terbuka, dan sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, MPKS juga menyerahkan bantuan simbolis berupa kebutuhan operasional harian. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi ramah tamah antara pengurus panti dan tamu dari MPKS.
Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda rutin MPKS PDM Kota Surabaya dalam memastikan keberlanjutan program sosial dan pembinaan di bawah naungan Muhammadiyah, khususnya di sektor perlindungan anak.
Laporan: Redaksi | Foto: Dok. Panti Asuhan Muhammadiyah Semampir
Kepala Panti Muhammadiyah Semampir Suntik Semangat 5K di Rapat Koordinasi
SURABAYA – Suasana rapat koordinasi harian di Panti Asuhan Muhammadiyah Semampir, Kamis (28/8), mendadak lebih hidup dari biasanya. Di sela-sela pembahasan agenda rutin, Kepala Panti Ahmad Fathullah menyisipkan sesi motivasi singkat bertajuk "5K" yang ditujukan untuk seluruh staf dan pengurus panti.
Lima poin motivasi yang disampaikan yakni Kompak, Kokoh, Kontribusi, Konsisten, dan Komitmen. Materi tersebut langsung ditampilkan di layar ruang rapat. “Lima prinsip ini penting untuk menjaga ritme kerja kita. Kita harus tetap solid agar pelayanan terhadap anak-anak panti berjalan maksimal,” ujar Ahmad, yang mengenakan seragam gaul bertuliskan Bidang Dakwah.
Ia menegaskan, kekompakan tim bukan hanya soal kerja sama dalam tugas, tapi juga soal saling mendukung secara moral. “Kalau kita kompak, fondasi kerja akan kokoh. Dari situ akan muncul kontribusi nyata. Tapi itu semua harus dijaga dengan konsistensi dan komitmen,” lanjutnya.
Sesi motivasi tersebut disambut positif oleh para peserta rapat. Bahkan, beberapa di antaranya langsung mencatat poin-poin penting di buku kerja masing-masing. Selain sebagai pengingat, materi itu juga akan dijadikan bahan evaluasi internal.
Rapat koordinasi harian ini juga dimonitor secara digital lewat layar pemantau CCTV dan perangkat kerja lainnya, menandakan upaya panti dalam memperkuat manajemen berbasis teknologi.










