Gebrakan paling mencolok terlihat pada sistem pelaporan instan ke konsumen (donatur). Hanya berselang hitungan jam setelah hewan qurban dieksekusi, donatur tidak hanya mendapatkan hak sepertiga dagingnya, melainkan juga menerima sertifikat penghargaan resmi yang diantarkan langsung oleh kurir panti ke pintu rumah mereka.
Ketua Panitia Qurban Heri S. mengungkapkan, transformasi ini dilakukan demi mengejar akuntabilitas tertinggi di mata publik. Panitia membagi struktur kerja ke dalam divisi-divisi digital yang rigid, mulai dari tim pencatatan aset (hewan), tim quality control penyembelihan, hingga tim logistik ekspedisi.
"Kami mengadopsi sistem kerja korporat untuk meminimalkan human error. Begitu hewan selesai disembelih sesuai syariat, tim administrasi langsung mencetak sertifikat resmi sebagai bentuk live report kepada shahibul qurban. Kami ingin donatur mendapatkan kepastian hukum dan ketenangan ibadah secara real-time," urai Heri di sela kesibukannya memantau alur distribusi daging.
Langkah proaktif dan taktis ini memicu decak kagum. Salah seorang donatur senior bahkan tak kuasa menahan haru saat menerima paket daging bersih beserta lembaran sertifikat di dalam amplop cokelat resmi. Pelayanan prima yang profesional ini dinilai memberikan rasa dihargai yang luar biasa bagi para pembayar qurban.
Sementara itu, Ketua Panti Asuhan Muhammadiyah Semampir Ahmad Fathullah menegaskan bahwa modernisasi manajemen qurban ini bukan sekadar gaya-gayaan. Ini adalah bagian dari cetak biru (blue print) edukasi bagi anak-anak asuh panti yang sengaja diterjunkan sebagai operator utama kepanitiaan.
"Kami ingin membuang jauh-jauh mentalitas 'tangan di bawah'. Di sini, anak-anak asuh dilatih berqurban dari hasil patungan uang saku mereka sendiri, sekaligus dididik mengelola manajemen modern. Menjadi panti asuhan bukan alasan untuk tidak profesional. Dengan manajemen selevel korporat ini, kami membuktikan bahwa Panti Muhammadiyah Semampir adalah lembaga yang kredibel, akuntabel, dan layak menerima modal kepercayaan umat secara jangka panjang," tegas Ahmad Fathullah optimistis. (E Setiawan)

0 Komentar